Phone: +01 256 25 235

email: LAjobs@gmail.com




...

Sambangi BBPLK Medan, Bobby Nasution: Ambil Momentum untuk Membantu Masyarakat

 

Medan--Wali Kota Medan, Bobby Nasution, hadir pada kegiatan penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Konstruksi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Kamis (22/4/2021).

Pada kegiatan tersebut, Bobby menyampaikan harapannya terkait pembangunan Sumber Daya Manusia di Kota Medan yang dapat diakomodir melalui pelatihan yang ada di BBPLK Medan.

"Saya berharap kepada OPD yang mendampingi, agar dapat mengambil poin dan momentum kegiatan seperti ini untuk membantu masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Medan juga berpesan agar para stakeholder terkait yang juga hadir pada kegiatan penutupan pelatihan untuk mempererat kolaborasi, sehingga Kota Medan dapat mengurangi permasalahan perekonomian dan ketenagakerjaan.

"Ini merupakan momen bagi para stakeholder untuk bersama-sama dengan pemerintah Kota Medan menyelesaikan permasalahan perekonomian dan ketenagakerjaan," ungkap Bobby.

Pada akhir sambutannya, Bobby nasution berharap agar BBPLK Medan dapat mencetak wirausahawan yang mampu menggaet pemilik modal dengan menunjukkan kompetensi yang dimilikinya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, Muhammad Ali, S.S., M.A., Ph.D. yang menyampaikan bahwa BBPLK Medan secara penuh mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia di Kota Medan.

"Kami melaporkan kepada Wali Kota Medan, bahwa secara penuh BBPLK Medan mendukung pembangunan SDM di Kota Medan, terlihat dari kuota pelatihan yang cukup banyak untuk masyarakat Kota Medan," ujarnya.

Muhammad Ali juga menyampaikan langkah-langkah Kementerian Ketenagakerjaan dalam mentransformasi BLK untuk meningkatkan kualitas pelatihan yang sudah ada saat ini.

"Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan transformasi BLK melalui peningkatan sarana dan prasarana pelatihan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Salah satu yang dapat dilihat adalah workshop perhotelan yang dibangun melalui kerjasama pemerintah Indonesia dan Austria," ungkapnya.

Ali melanjutkan, saat ini Balai Latihan Kerja merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan SDM yang banyak mengalami mismatch akibat sistem pendidikan formal yang masih perlu diperbaiki.

"Ke depannya, kami tentu berharap sistem pendidikan formal dapat terus semakin baik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha, sementara ini, pada masa transisi tersebut, kami di BBPLK Medan siap mengakomodir pencari kerja lulusan pendidikan formal yang memerlukan skill adjustment," pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan penutupan unsur pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan, Apindo Sumut, REI, PHRI, IHGM, LPJK, ASITA, Koekraf, serta AEKI.


Biro Humas Kemnaker

 

Tampilkan Detail

...

Wali Kota Medan Hadiri Peluncuran Aplikasi Wefix di BBPLK Medan

Medan--Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menghadiri peluncuran resmi aplikasi Wefix yang dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan pada Kamis (22/4/2021).

Pada peluncuran ini, Bobby menyampaikan apresiasinya terhadap aplikasi yang mempertemukan pencari kerja kompeten dengan pengusaha ini.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Wefix, meskipun pada era digital ini, banyak aplikasi yang dibuat, akan tetapi apa yang dilakukan Wefix lebih dari itu, dengan memanfaatkan jejaring pengusaha serta pemerintahan, aplikasi ini dapat memberikan dampak yang baik kepada pencari kerja kompeten," ujar Bobby.

Hasustan Kosim selaku founder dan CEO Wefix memaparkan kepada Wali Kota Medan mengenai fokus pelayanan yang diberikan oleh aplikasi ini, yakni untuk para pekerja yang memiliki sertifikasi untuk menjadi entrepreneur dan memudahkan industri serta pengguna untuk mencari SDM yang kompeten.

"Saat ini, Wefix bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan RI," ungkap Hasustan.

CEO Wefix ini juga berharap kehadiran aplikasi Wefix dapat menjembatani kebutuhan masyarakat luas akan SDM yang handal dan bersertifikasi sehingga layak pakai dengan kemampuan yang sudah ditempat sesuai kebutuhan.

"Selain itu, Wefix juga diharapkan menjadi wadah bagi SDM yang saat ini belum memiliki pekerjaan formal untuk dapat memiliki kemampuan danbisa tersalurkan sesuai bakat dan minatnya," jelas Hasustan.

Untuk membantu wefiker, sebutan bagi pengguna aplikasi Wefix, dalam masalah permodalam, Wefix juga mendapatkan support penuh dari Bank Sumut. Di mana nantinya wefiker akan mendapat kemudahan bantuan modal hingga Rp10 juta.

Pada penutup paparannya, Hasustan berharap dukungan dari Wali Kota dan stakeholder dapat membantu program pemerintah untuk terus mengurangi angka pengangguran.

"Dukungan dari bapak Walikota dan seluruh stakeholder semakin membuat kami yakin dan optimis bahwa kehadiran platform Wefix ini akan menjadi jawaban dari kebutuhan persoalan masyarakat, serta juga mampu membantu program pemerintah kota untuk terus mengurangi angka pengangguran dan mewujudkan SDM yang berkualitas.

Lokasi peluncuran di BBPLK Medan merupakan salah satu upaya dari Wefix untuk menggandeng stakeholder dari unsur pelatihan vokasi yang selama ini telah terbukti menghasilkan lulusan yang kompeten dan dapat diterima industri.

Hadir pada kegiatan ini Direktur Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, Muhammad Ali, S.S., M.A., Ph.D. mewakili BBPLK Medan sebagai tuan rumah peluncuran aplikasi Wefix.

Selain itu, hadir pula unsur pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan, Apindo Sumut, REI, PHRI, IHGM, LPJK, ASITA, Koekraf, serta AEKI.

Biro Humas Kemnaker

Tampilkan Detail

...

Tidak memiliki Peraturan Perusahaan, Direktur PT ITN Dijatuhi Sanksi Hukum

Jakarta--Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Banten pada Selasa (20/4/2021) menjatuhkan sanksi kepada tersangka Direktur PT ITN yaitu P berupa denda sebesar Rp5.000.000 subsider 14 hari kurungan penjara.

Sanksi dijatuhkan menyusul adanya kasus pelangaran Peraturan Perusahaan yang dilakukan PT ITN, yakni melanggar Pasal 188 ayat (1) dan (2) jo Pasal 108 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Pada hari ini, Selasa tanggal 20 April 2021, Pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan sidang putusan tindak pidana ketenagakerjaan di Pengadilan Negeri Kota Tangerang," kata Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan, Ditjen Binwasnaker dan K3, Kemnaker, Yuli Adiratna, di Jakarta, pada Rabu (21/4).

"Hasil putusan sidang tadi siang menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelanggaran ketenagakerjaan," imbuh Yuli.

Yuli mengatakan, dalam menangani sebuah kasus, Kementerian Ketenagakerjaan lebih mendahulukan upaya preventif edukatif. Namun apabila pengusaha tetap tidak melaksanakan ketentuan ketenagakerjaan, maka tindakan hukum sebagai upaya terakhir (ultimum remedium), berupa dilakukannya upaya paksa melalui pengadilan sebagai tindakan represif yustisia oleh PPNS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, represif yustisia dijalankan semata-mata untuk menjalankan aturan dan menimbulkan efek jera kepada perusahaan yang melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sehingga perusahaan tidak kembali melakukan pelanggaran ketenagakerjaan.

"Langkah itu dilakukan untuk membuat efek jera pengusaha dalam pelanggaran tindak pidana ketenagakerjaan, sehingga diharapkan, ke depan perusahaan bisa taat kepada peraturan ketenagakerjaan," ujarnya.


Biro Humas Kemnaker

Tampilkan Detail